Saturday, February 19, 2005

.//Campur Tangan Syaitan

Assalamualaikum Wr Wb

Hmm..
Kayaknya gw dulu pernah nulis, gemana kalo syaitan-syaitan (dari golongan jin) terlihat oleh mata kita, mungkin kita bisa lebih waspada :p

Mungkin pernah baca hadist tentang syaitan akan mentertawakan orang yang menguap (ketika shalat) dan mulutnya tidak ditutup, atau keterangan adanya 3 belenggu syaitan pada orang yang sedang tidur, sehingga sulit untuk bangun untuk melaksanakan sholat subuh, dan diperlukan 3 tindakan untuk menghilangkan 3 belenggu itu. Atau.. tentang larangan sholat (sunnah) pada saat matahari terbit dan terbenam (setelah ashar), karena dikatakan saat itu matahari berada di antara kedua tanduk syaitan. Atau masalah doa sebelum tidur yang pada log sebelumnya dah gw tulis.

Atau lagi, hadist yang mengatakan bahwa syaitan akan ikut memakan makanan kita jika kita tidak berdoa sebelum makan, dan syaitan akan bermalam di rumah kita jika kita tidak mengucapkan salam pada saat masuk rumah. Lagi-lagi atau.. syaitan menjadi pihak ketiga saat seorang laki-laki dan perempuan buakn muhrim sedang berduaan di tempat sepi, atau syaitan yang campur tangan ketika seseorang sedang marah. Atau mungkin pernah dengar, bahwa seorang laki-laki dewasa yang sudah waktunya menikah tetapi belum menikah, maka yang tidur di sebelahnya adalah syaitan. Dan sepertinya banyak lagi hadist yang menjelaskan indikasi campur tangan syaitan dalam kehidupan kita. Pokoknya.. dalam setiap tindakan kita sangat berpotensial adanya campur tangan syaitan.. naudzubillah.. hasbunallah wa ni’mal wakil.

Orang-orang “modern” mungkin akan cenderung menyepelakan hal-hal tadi.. masak iya siy, syaitan ikut makan makanan kita kalo gak baca doa, atau.. masak iya siy, setan bakal ngetawain kita kalao kita nguap lebar-lebar. Kalau menurut kalian? :)

Atau selain campur tangan syaitan tadi.. banyak juga hadist yang menyatakan penyebab “gejala alam”. Misalnya saja zaman nabi dulu, gempa dikatakan sebagai indikasi ‘’marahnya’’ bumi. Dan pada satu waktu, ketika bumi akan bergoncang, kemudian Nabi menyentuhkan telapak tangannya ke tanah sambil berkata kepada bumi kalau saat itu bukan/belum waktunya bumi marah. Seperti hadist yang gw post di 2 log sebelum ini. Kalau dipikir-pikir, apa hubungan gempa dengan maraknya zina, musik dan biduanita? Yang kalau diterjemahkan oleh para ilmuwan saat ini, gempa adalah peristiwa yang diakibatkan bertumbuknya 2 lempengan bumi..dan sebagainya dan sebagainya…

Sepertinya kita makin dijauhkan dari ilmu yang sebenarnya.. membuat kita kurang waspada.. sangat sah mengintepretasikan apa yang terjadi di alam ini atau pada kehidupan kita sesuai dengan penjelasan ilmu pengetahuan atau sesuatu yang bisa diterima akal kita.. tapi toh kita harus tetap ingat bahwa semua berjalan sesuai dengan ketentuan Allah.. tanpa kecuali..dan banyak hal yang tidak bisa diterima oleh akal.. tetapi harus diterima oleh keyakinan.. Kalau ditanya kenapa manusia dibentuk seperti kita seperti ini? ..ya karena memang itulah maunya Allah, yang menurut Dia bentuk inilah yang paling sempurna.. apakah ada yang berani mengatakan bahwa bentuk kita ini kurang sempurna?

Manusia-manusia sekarang sepertinya haus akan ilmu pengetahuan.. mencoba mencari setiap penjelasan akan sesuatu.. termasuk gw :p Padahal sumber petunjuk hakiki itu tidak jauh-jauh.. alQuran.. Ngomong siy gampang yazzz.. iya ya, jadi sedih dengan diri gw sendiri.. menyedihkan..

Yusuf al Qardhawi pernah menulis, kurang lebih seperti ini: keadaan umat Islam saat ini seperti pendaki gunung yang tersesat, sedangkan di tangannya memegang peta dan kompas. Gw harus setuju kayaknya :p ada yang memegang peta dan kompas, tapi tidak menganggap itu sebagai petunjuk, ada yang tahu itu petunjuk tapi tidak tahu cara mempergunakannya. Peta dan kompas kita adalah alQuran, umat Islam manapun pasti mengakuinya kan.. tapi berapa banyak yang mempergunakannya sebagai petunjuk.. berapa banyak yang tahu cara mempergunakannya.. lagi-lagi menganggap diri ini menyedihkan.. hhh..

Terus..kok log gw jadi gak nyambung gini ya..
Yang gw coba utarakan adalah.. seberapa besar perhatian kalian terhadap alQuran dan hadist.. gw khususkan ke hadist d, yang isinya mengenai informasi penyebab gejala alam, atau sebab dari suatu kejadian atau akibat dari satu perbuatan yang kita kerjakan, yang isinya boleh dibilang masuk ke dalam wilayah ghoib. Apakah sudah merasakan benar campur tangan syaitan dalam kehidupan kita? *hiiyy*

Di log berikutnya, insya Allah gw mo bagi-bagi pengalaman seputar campur tangan syaitan. *sok serem gini*.

Wallahua'lam

Wassalamualaikum Wr Wb

.//3 Potensi Insan

Assalamualaikum Wr Wb

Hmm... (log ini ditulis hari sabtu, kira2 jam 01.30 malem :p, tapi baru dipost sekarang)
Baru pulang dari pengajian rutin (pengajiannya yang rutin, kalo gw belum :p ..yah.. diusahakan…) di daerah Pasar Minggu, bareng Haryo, Ari, Rhama. Pengen nulis sesuatu yang ada hubungannya ma kajian tadi. Nama murobbinya Pak Ust.Oke, gw sebut Pak Oke aja d ya. Pak Oke ini pernah ngisi salah satu pengajian rutin fasilkom99, yang “kebetulan” gw gak dateng :p

Sebenernya siy bahasannya tentang surat At-tin, yaitu bagaimana manusia diciptakan dalam bentuk yang paling baik tetapi bisa ditempatkan dalam keadaan yang serendah-rendahnya.
Begini kira-kira isinya, dan tentunya ada yang pake bahasa gw sendiri.. maap2 niy kalo ngaco :
Manusia (al insan) itu terdiri dari 3 bagian, yang juga merupakan potensi manusia tersebut. Artinya, kalau salah satu saja dari potensi ini tidak ada, maka kemungkinan besar, ke-insan-an manusian ini akan diragukan :p Ketiga bagian ini adalah jasad, akal dan ruh.

Namanya juga potensi, jadi baru sampai tahap berpotensial (untuk berguna) saja. Agar potensi-potensi ini dapat berguna, maka diperlukan asupan-asupan yang sesuai untuk setiap potensi/bagian. Kalau jasad, yang dapat membuatnya ‘’bekerja’’ misalnya makanan. Akal, asupan yang diperlukannya adalah ilmu, sedangkan asupan untuk ruh adalah dzikrullah.. (dzikir kepada Allah, senantiasa mengingat Allah).

Intinya adalah, untuk menjadi seorang manusia yang benar-benar berguna, maka manusia tersebut harus membuat keseimbangan asupan untuk ketiga bagian tadi, dan sangat mungkin takaran asupan untuk menciptakan keseimbangan untuk tiap manusia berbeda-beda. Setelah terciptanya keseimbangan, maka dapat dikatakan bahwa manusia itu mencapai fitrahnya. Dan ketika mencapai fitrah, maka pada saat itulah manusia dapat dikatakan mendapat kebahagiaan yang tidak ada putus-putusnya.. kebahagiaan dunia, insya Allah disambung dengan kebahagiaan akhirat yang tanpa batas.

Dikatakan, itulah mengapa dinamakan idul fitri, setelah bulan Ramadhan. Karena selama sebulan, kita diberi asupan-asupan untuk ketiga bagian tadi, yang memungkinkan terjadi keseimbangan pada ketiganya, dan kitapun “kembali” kepada fitrah. Pada bulan ramadhan itu, kita “cenderung” lebih sering mengingat Allah, yang merupakan asupan untuk ruh.. lebih banyak mendapat asupan ilmu di media-media, majelis-majelis, yang merupakan asupan untuk akal, dan lebih mengatur pola makan kita, yang merupakan pengaturan asupan untuk jasad.

Tapi, toh banyak dari manusia yang tidak adil terhadap diri sendiri. Berapa banyak orang yang kita lihat mungkin termasuk kita sendiri, yang lebih mementingkan asupan untuk 1 bagian saja, sehingga sulit tercapainya keseimbangan. Ada orang yang lebih mementingkan asupan untuk jasadnya, ada yang lebih mementingkan ilmunya, dan ada juga yang mementingkan ruhnya.

Terbayang kalau seorang manusia lebih mementingkan asupan untuk jasadnya, mungkin tidak berbeda dengan hewan *naudzubillah*. Manusia yang cenderung lebih mementingkan akalnya, dalam artian menimba ilmu tapi terbatas pada ilmu dunia saja, maka sangat mungkin ilmunya itu tidak akan berguna baginya, di dunia apalagi akhirat, bahkan cenderung memberikan kerugian kepada orang lain, karena tidak ada pengendali untuk ilmu orang tersebut. Sedangkan orang yang mementingkan ruhnya, bisa juga tersesat dengan “perasaan” yang tidak pada tempatnya. Ibadah kepada Allah, tapi tidak memiliki ilmunya.. bisa-bisa tidak berguna, dalam artian ibadahnya tidak diterima, bahkan sampai terjebak pada kesesatan.

Jadi memang diperlukan keseimbangan asupan untuk ketiga bagian tadi. Beribadah butuh ilmu, dan untuk mempelajari ilmu diperlukan kemampuan jasad yang mendukung.

Dari sebuah hadist (maap, tapi gak nanya tadi siapa yang meriwayatkan :p).
Ketika nabi Muhammad saw datang ke sebuah mesjid, beliau melihat syaitan sedang berdiri di depan pintu masuk mesjid. Ternyata di dalam mesjid tersebut ada 2 orang, yang 1 sedang tidur dan yang 1 lagi sedang sholat.

Nabi pun bertanya kepada syaitan tadi, knapa tuw syaitan tidak masuk dan menggoda orang-orang yang di dalam mesjid itu. (nanyanya sambil ngancem kayaknya :p). Syaitan menjawab bahwa ia takut dengan orang yang ada di dalam mesjid, bukan kepada orang yang sedang sholat, tapi kepada orang yang sedang tidur. Nabi mempertanyakan jawaban syaitan tadi. Si Syaitan jawab lagi, "aku tidak takut kepada orang yang sholat itu, karena dia tidak berilmu, dia dapat dengan mudah dirusak, sedangkan orang yang sedang tidur itu adalah orang berilmu.. untuk tidur saja, dia tahu harus membaca doa." (yang dalam hadist lain disebutkan, membaca doa sebelum tidur dapat menjauhkan kita dari gangguan syaitan).

Kira-kira begitulah nilai lebih orang berilmu dibandingkan dengan orang yang ahli ibadah tetapi tidak memiliki ilmu tentang apa yang dia kerjakan. Tapi tentunya ilmu ini bukan sekedar ilmu dunia. Kalau ilmu yang dimiliki seseorang justru menjauhkan dirinya dari Allah, tentunya harus dipertanyakan ilmu apa yang ia miliki… ilmu kebalkah? Ilmu santetkah? :p

So… sudah seimbangkah asupan kita untuk ketiga bagian tadi?

Hmm..
Sekarang aja gw tidur telat, gak adil buat jasad gw, yang seharusnya mendapat istirahat, tapi malah “dipaksa” ngetik2. Tapi setelah dapat sedikit ilmu tadi, anggep aja jadi seimbang *hehe*.

Maap lagi kalo cara penyampaian gw salah, hayok, ari, rhama silakan mengoreksi. :D

Wallahua’lam

Wassalamualaikum Wr Wb

Friday, February 18, 2005

.//Gerhana, Gempa dan Fitnah

Assalamualaikum Wr Wb

Dari Umar bin Hushain, bahwa Rasulullah saw. berkata tentang umat ini, "Gerhana, gempa dan fitnah. Berkata seseorang dari kaum muslimin, "Wahai Rasulullah kapan itu terjadi?" Rasul menjawab, "Jika biduanita, musik dan minuman keras dominan." (HR At-Tirmidzi).

wallahua'lam

Wassalamualaikum Wr Wb

Thursday, February 17, 2005

.//Rasa Syukurkah?

Assalamualaikum Wr Wb

Hmm..
Ketika kita mendapat rezeki (materi)..
Apa yang pertama kali terpikir atau keluar dari mulut kita?
Rasa syukurkah..
Atau keluhan betapa sedikitnya rezeki yang kita dapat..
Atau.. (jumlah) ini tidak sebanding dengan apa yang sudah kita kerjakan..
Atau bahkan omelan.. sambil mengumpat 'sama aja gak dapet apa2.. ' atau harapan yang benar-benar tidak pada tempatnya ''mending gak dapet aja kalo cuma segini..."

Lupa.. rezeki yang kita anggap tidak seberapa, mungkin bahkan pasti ada orang lain yang menganggap itu adalah jumlah yang lebih dari cukup..
Lupa.. kalau kita pernah mendapat rezeki yang lebih besar.. bahkan melakukan perbandingan yang salah.. "ah ini mah gak seberapa.. gw pernah dapet lebih.."
Lupa untuk bersyukur..

Hmm..
Ketika tiba giliran kita sakit..
Apa yang pertama kali terpikir atau keluar dari mulut kita?
Rasa syukurkah..
Rasa syukur untuk waktu-waktu sehat yang sudah Dia berikan..
Rasa syukur untuk keluarga atau saudara atau teman kita yang masih dalam keadaan sehat..
Rasa syukur kalau hanya sebagian diri kita saja yang sakit.. bukan seluruhnya..
Rasa syukur kalau pada saat sakit kita masih ingat kepadaNya.. masih ada kesempatan..
Rasa syukur masih ada biaya untuk berobat..
Rasa syukur dengan kemungkinan terhapusnya dosa2 kita dengan penyakit itu..
Rasa syukur dengan orang2 yang masih memperhatikan kita..
Rasa syukur diberikan waktu ístirahat untuk berpikir.. merenung.. untuk apa hidup ini..
Rasa syukurkah...atau..
Lupa.. kalau mungkin atau pasti ada yang lebih sakit dari kita..
Lupa.. kalau mungkin atau pasti ada yang tidak mampu berobat untuk penyakitnya..
Lupa.. kalau mungkin atau pasti ada yang tidak sekedar fisik saja yang sakit.. tapi hati dan pikiran yang sakit.. naudzubillah..
Lupa.. dan lupa..

Hmm..
Kenapa kita cenderung merasakan yang ''buruk'' sedikit daripada mengingat yang kebaikan yang tak terhingga yang sebelumnya Dia diberikan kepada kita..
Mungkin benar pepatah.. akibat nila setitik, rusak susu sebelanga..
Apakah kehidupan harus seperti itu?

Hmm..
Pernah liat seseorang sampai marah2 karena keluarga atau temannya tidak ingat hari ulang tahunnya? Padahal baru sekali itu mereka lupa.. sebelumnya tidak pernah..
Knapa dia lebih memperhitungkan yang lupa sekali.. bukan berterimakasih untuk ucapan selamat pada tahun-tahun sebelumnya.. yang mungkin sudah lebih dari 10 kali..berarti 10 tahun..

*Contoh sederhana aja.. kalo gw siy gak ngurusin amat hari lahir gw :p*

Apa yang menurut kita tidak berharga, sangat mungkin sangat berharga untuk orang lain.. dan sebaliknya.. Apa yang menurut kita mudah, sangat mungkin sangat sulit untuk orang lain... dan sebaliknya.

Bukankah.. apa yang kita dapat, apa yang Dia berikan kepada tiap manusia itu adalah ukuran terbaik, itu adalah bagian dari rencana sempurna Dia untuk kita, tinggal bagaimana kita menyikapinya..

Kesulitan yang seseorang hadapi, insya Allah orang itu dapat menghadapinya, Dia tak akan dzalim kepada mahlukNya. Yakinkah kita bahwa apa yang Dia 'timpakan' kepada kita adalah sesuai dengan kemampuan kita?

Tidak salah jika kita mempertanyakan dan mengusahakan apa yang belum kita dapatkan atau kita raih.. karena dengan itu insya Allah kita akan “maju”. Tapi pantaskah dengan alasan tadi, kita sampai melupakan apa yang sudah pernah kita dapatkan.. sudah kita raih.. kita dapatkan dari orang-orang sekitar kita..

Apalagi definisi “maju kita”.. hanya sebatas dunia.. naïf sekali..

So.. kehidupan seperti apa yang kalian miliki? :)
Cukup indahkah.. cukup sukseskah.. cukup inikah..cukup itukah..
Ada keinginan yang belum tercapai? Sekedar keinginan duniawi?
Lalu.. apa yang sudah kalian usahakan untuk akhirat kelak?

Ya Allah… betapa tidak adilnya diriku..
Banyak waktu yang kuhabiskan untuk hal-hal duniawi.. sampai lupa sekedar untuk bersyukur..entah berapa lama lagi waktuku di dunia ini..

Astagfirullah.. astagfirullah..astagfirullah..

Wallahua'lam

Wassalamualaikum Wr Wb

.//Misteri Pernikahan Hendro

Assalamualaikum Wr Wb

Seperti yang gw rencanakan sebelumnya.. di postingan sebelum ini, gw ma hayok ma pandu mo ke undangan nikahnya Hendro, alhamdulillah jadi pergi... anak pokus gak ada yang ikut *bergembiralah kalian.. :p*. Sampe pokus jam 11-an kayaknya, santai2 sebentar, sekalian nunggu dzuhur, brangkatnya abis dzuhur aja, dan sampe sana sekalian makan siang *hihi*.

Ya ud, jadilah kita berangkat abis sholat dzuhur, kira-kira jam 1 kurang. Kalo lancar-lancar aja siy.. insya Allah nyampe sebelum jam 2, tapi ternyata.. macet :p memang gak perhitungan bgt ya, gak mikirin bakalan macet :p , Linda aja dari tebet brangkat jam 11.30.

Di sepanjang jalan Pasar Minggu menuju Kalibata, Pandu dah lirik kiri-kanan.. apalagi yang dilirik kalo bukan tukang duren..hihi. Jadi ngomongin ndu2...sorry niy Ndu :D Omong-omong Pandu dan tukang duren, gw betiga, ma hayok ma pandu pernah punya pengalaman makan duren di pinggir jalan kelapa dua *untung bukan di tengah jalan*. Pandu lagi baek2nya nraktir gw ma hayok, abis nraktir makan, trus nraktir beli duren, thx berat Ndu, mudah2an gantinya berlipat-lipat :D begini ceritanya.. gak ah, kapan-kapan aja… :D

Balik lagi ke undangannya Hendro.. belum sampe Kalibata, dah mo jam 2, dan dah pada laper juga *dasar*. Adhe nelp, dia dah nyampe duluan.. tapi gak ada yang dia kenal, tapi dia berdua Nuniek, jadi cuek aja d. Adhe baru dateng.. Linda baru pulang, gw gak nyampe2. Akhirnya sampe juga ke TKP (Tempat Kondangan Pernikahan) *dih*, liat jam.. jam 2 lewat 10. Ya ud, parkir.. turun dan langsung menuju TKP. Sebelum sampe.. gw nelp Adhe, nanya dia di mana, dan ternyata sudah pulang, sekalian aja gw konfirmasi tempat.. bener gak yaaa niy alamatnya.

Baruuu.. aja pada mo nulis buku tamu, tiba-tiba kami dikejutkan oleh suara... suara Haryo :p , (gw siy masih asik2 nelp, jadi blom liat2 amat tempatnya dan orang2 yang dating, cuma liat sekilas, dan sama sekali gak ada yang gw kenal). Haryo berkata, "Eh.. bener gak niy tempatnya.. kok pengantin laki-lakinya.. kayaknya bukan Hendro d.."(kira-kira begitulah yang dikatakan oleh saudara Haryo).

(suasana di TKP.. alunan musik Jawa gitu d, dan gw masih nanya2 Adhe ditelp). Menurut pengakuan Adhe, musiknya Hendro bukan musik Jawa, tapi nasyid2 gitu d. Hmm.. memperkuat dugaan, kalo ini bukan TKP yang dimaksud, jangan2 kami salah alamat. Tanpa nanya-nanya dulu.. ya ud, balik ke mobil, sambil senyum2 gak jelas, dan Pandu ketawa2 sambil bilang “blom pernah gw datang ke undangan salah gini..” well.. count me in :D

Ngerasa salah alamat, gw jalan lagi, sebelum kabur, sempet nanya tukang parkir, siapa yang nikah di situ.. Hendro atau bukan? ..dia bilang siy bener.. itu nikahannya Hendro. Hmm.. ya ud d, coba cari di tempat lain dulu.

Alamatnya Hendro itu jl. Zeni 3, yang tadi kita masuk itu jl. Zeni 1, tapi untuk ke TKP, harus jalan dulu ke pojokan. Ya ud, coba masuk dari jl.Zeni 3, ternyata sebelahnya dan tujuannya ke TKP yang tadi juga. Hmm..

Pokoknya hayok keukeuh kalo pengantin yang dia liat tadi kemungkinan bukan Hendro. Ya ud, gw juga gak merhatiin. Muncullah analisa baru.. sepertinya tersangka sudah meninggalkan TKP. Jadi tuw tempat udah dipake ama pengantin yang lain.. soalnya dah jam 2 lewat.. tapi masak iya siy secepat itu beres2 dan perginya, dan lagi di gang tempat masuk tadi, gak ada nama selain Hendro dan Nurul (Nurul kan?), ada siy, tapi tertanggal 2 hari yang lalu. Hmm.. kejadian ini semakin mengusik naluri detektifku…*hahaha…norak bgt dah*

Keputusannya.. kita pulang aja, tanpa balik lagi ke tempat tadi.. walopun masih bertanya-tanya, bener gak ya.. bener gak ya pengantin yang dilihat hayok bukan Hendro, atau jangan2 hayok salah liat, tuw bukan pengantin, cuma pager bagus ma pager ayunya aja. Ya ud lah, dah jalan pulang kok…maaf ya Dro, jadi gak ketemu d. …dan.. lapeer…. *hiks*

Sempet nyesel juga, knapa gak datang aja ke tempat pengantin ke-2 tadi.. kan makanannya baru.. hihi…

Kisah ini masih menyisakan misteri.. bener gak yaaa…. Ah jangan2 lo salah liat Yoq..

Wallahua'lam

Wassalamualaikum Wr Wb

Saturday, February 05, 2005

.//Malem-malem

Assalamualaikum Wr Wb

Hmm.. tadi cek tanggal terakhir nge-post.. 21 Desember 2004.. wah, hampir 2 bulan gak ngisi log tercintaku ini :D Sekarang jam 1 lewat..di TransTV lagi nayangin The Pretender, pulsa hp baru aja habis, dan.. laper tengah malam..

Baru selesai ngecek kerjaan Pandu.. kok kerjaan Pandu gw yang ngecek ya :p , ya pokoknya gitu d, alhamdulillah dah mo kelar tuw kerjaan, ada beberapa hal kecil aja yang perlu diperbaiki, Ndu.. Eh iya, hari ini.. nanti jam 11-14 ada undangan resepsi nikahnya Hendro. Hampir lupa siy, tadi malem diingetin Linda.. tapi gak lupa-lupa amat, beberapa hari yang lalu dah inget2 kalo bakal ada 2 anak 99 lagi yang nikah, Shinta ma Hendro. Dan pada saat gw nulis ini, Shinta dah nikah kan? ..hmm..akhir Januari, di Lahat.

Insya Allah nanti brangkat ke resepsinya bareng Hayok.. mungkin Rhama dan Pandu kalo mereka mo ikut. Ari masih di Medan, cacar katanya.. cepet sehat d, dan tentu aja buat yang nikah, mudah2an kalian bisa membangun keluarga sakinah mawaddah warahman..amiiin..

Aktivitas ngelog gw bener-bener brenti kayaknya, maklum gak kerja di mana-mana dan itu artinya.. tidak ada internet :p , kalo mo ngenet di rumah harus pake telkomnet, itu juga makenya kalo mo ngimel atau ngaplot aja. Rencananya siy mo pake matrix lagi, unlimited, kalo gak salah sekarang jadi Rp 200 ribu per bulannya, yah nanya2 dulu siy, gemana kualitasnya sekarang.. ada yang nyaranin pake starOne, tapi harus beli HP CDMAnya dulu.. ngirit ah, simpenan 'kantor' baru dikit banget :p

Well.. gini aja dulu d, lagi gak ada bahan serius. Kadang-kadang kalo lagi 'bengong' suka kepikiran satu 'masalah' untuk ditulis.. tapi.. kalo pas bener2 ada kesempatan buat nulis, malah lupa.. dah kepikiran juga, kayaknya sebaiknya gw punya semacem buku saku gitu, jadi kalo tiba-tiba ada 'bahan' , langsung bisa gw tulis, setidaknya garis besarnya aja..

Sebagai penutup, gw jadi inget perumpamaan yang pernah terlintas di otak iseng gw, masalah perempuan yang belum menutup aurat dengan baik. Begini.. perempuan yang 'memamerkan' aurat itu seperti orang yang memiliki tempat maksiat, ada atau tidak ada orang yang datang ke tempat tersebut, dia sudah dosa dengan memiliki usaha tersebut. Kira-kira nyambung gak analogi gw? :p

Wallahua'lam

Wassalamualaikum Wr Wb